Trigonometri
All of the fungsi trigonometrik of an angle ΞΈ can be constructed geometrically in terms of a unit circle centered at O.
Pada abad ke-3 Masehi astronom pertama kali mencatat panjang sisi-sisi dan sudut-sudut dari segitiga siku-siku antara masing-masing sisi yang memiliki hubungan: ini dia, jika setidaknya salah satu panjang sisi dan salah satu nilai sudut diketahui, lalu semua sudut dan panjang dapat ditentukan secara algoritme. Penghitungan ini didefiniskan menjadi fungsi trigonometrik dan saat ini menjadi dalam bagian matematika murni dan terapan: contohnya untuk menganalisa metode dasar seperti transformasi fourier atau gelombang persamaan, menggunakan fungsi trigonometrik untuk memahami fenomena hal yang berhubungan dengan lingkaran melalui banyak penggunaan dibidang yang berbeda seperti fisika, teknik mesin dan listrik, musik dan akustik, astronomi, dan biologi. Trigonometri juga memiliki peranan dalam menemukan surveying.
Trigonometri mudah dikaitkan dalam bidang segitiga siku-siku (yang setiap dua ukuran sudut sama dengan satu sudut 90 derajat). Peranan untuk bukan segitiga siku-siku ada, tapi, sejak segitiga yang bukan siku-siku dapat dibagi menjadi dua segitiga siku-siku, banyak masalah yang dapat diatasi dengan penghitungan segitiga siku-siku. Karena itu sebagian besar penggunaan berhubungan dengan segitiga siku-siku. Satu pengecualian untuk ini spherical trigonometry, pelajaran trigonometri dalam sphere, permukaan dari curvature relatif positif, dalam elips geometri (bagian yang berperan dalam menemukan astronomi dan navigasi. Trigonometri dalam curvature negatif merupakan bagian dari geometri hiperbola.
Sejarah awal
Awal trigonometri dapat dilacak hingga zaman Mesir Kuno dan Babilonia dan peradaban Lembah Indus, lebih dari 3000 tahun yang lalu. Matematikawan India adalah perintis penghitungan variabel aljabar yang digunakan untuk menghitung astronomi dan juga trigonometri. Lagadha adalah matematikawan yang dikenal sampai sekarang yang menggunakan geometri dan trigonometri untuk penghitungan astronomi dalam bukunya Vedanga, Jyotisha, yang sebagian besar hasil kerjanya hancur oleh penjajah India.Matematikawan Yunani Hipparchus sekitar 150 SM menyusun tabel trigonometri untuk menyelesaikan segitiga.
Matematikawan Yunani lainnya, Ptolemy sekitar tahun 100 mengembangkan penghitungan trigonometri lebih lanjut.
Matematikawan Silesia Bartholemaeus Pitiskus menerbitkan sebuah karya yang berpengaruh tentang trigonometri pada 1595 dan memperkenalkan kata ini ke dalam bahasa Inggris dan Perancis.
Konsep
Jika salah satu satu sudut 90 derajat dan sudut lainnya diketahui, dengan demikian sudut ketiga dapat ditemukan, karena tiga sudut segitiga bila dijumlahkan menjadi 180 derajat. Karena itu dua sudut (yang kurang dari 90 derajat) bila dijumlahkan menjadi 90 derajat: ini sudut komplementer.Kegunaan
Ada banyak aplikasi trigonometri. Terutama adalah teknik triangulasi yang digunakan dalam astronomi untuk menghitung jarak ke bintang-bintang terdekat, dalam geografi untuk menghitung antara titik tertentu, dan dalam sistem navigasi satelit.Bidang lainnya yang menggunakan trigonometri termasuk astronomi (dan termasuk navigasi, di laut, udara, dan angkasa), teori musik, akustik, optik, analisis pasar finansial, elektronik, teori probabilitas, statistika, biologi, pencitraan medis/medical imaging (CAT scan dan ultrasound), farmasi, kimia, teori angka (dan termasuk kriptologi), seismologi, meteorologi, oseanografi, berbagai cabang dalam ilmu fisika, survei darat dan geodesi, arsitektur, fonetika, ekonomi, teknik listrik, teknik mekanik, teknik sipil, grafik komputer, kartografi, kristalografi.
Ada pengembangan modern trigonometri yang melibatkan "penyebaran" dan "quadrance", bukan sudut dan panjang. Pendekatan baru ini disebut trigonometri rasional dan merupakan hasil kerja dari Dr. Norman Wildberger dari Universitas New South Wales. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di situs webnya [1].
Hubungan fungsi trigonometri
Fungsi dasar:
Identitas trigonometri
Rumus jumlah dan selisih sudut
Rumus perkalian trigonometri
Rumus jumlah dan selisih trigonometri
Rumus sudut rangkap dua
Rumus sudut rangkap tiga
Rumus setengah sudut
Persamaan trigonometri
- maka atau
- maka
- maka
Dalam kehidupan sehari – hari kita sering melihat seorang sedang mengukur jalan yang akan diperbaiki ataupun gedung bertingkat yang sedang dibangun. Para arsitek tersebut bekerja dengan menggunakan perbandingan trigonometri.
Trigonometri menemukan penggunaannya yang sempurna pada Arsitektur modern. Kurva-kurva nan indah pada permukaan baja, bebatuan, kayu, dan lain-lain dapat diwujudkan karena potensi yang besar dari ilmu ini.
Teknologi pencitraan dari komputer dapat digunakan dalam dunia kedokteran secara luar biasa untuk menemukan sumber beberapa penyakit ganas.
Itu baru sebagian kecil dari manfaat trigonometri, perlu alasan lain untuk menemukan rumus-rumus trigonometri membantu hidup kita.
Berikut beberapa contoh penggunaan trigonometri dalam kehidupan sehari-hari, misalya dalam navigasi untuk menemukan jarak dari pantai ke suatu titik di laut.

Trigonometri umumnya juga digunakan dalam mencari ketinggian menara dan pegunungan.

trigonometri juga digunakan dalam oseanografi dalam menghitung ketinggian gelombang air laut
Digunakan untuk mengukur ketinggian suatu pohon

Trigonometri digunakan dalam menemukan jarak antara benda-benda angkasa
Fungsi sinus dan cosinus merupakan dasar bagi teori fungsi periodik seperti pada gelombang suara dan cahaya.
Arsitek
menggunakan trigonometri untuk menghitung beban struktural, kemiringan
atap, permukaan tanah dan banyak aspek lain, termasuk bayangan matahari
dan sudut cahayaSUMBER: http://rbaryans.wordpress.com/2013/01/29/aplikasi-trigonometri-dalam-kehidupan-nyata/
Contoh Soal :
1.Sebuah kapal berlayar dari pelabuhan A ke pelabuhan B dengan kecepatan 40 km/jam selama 2 jam dengan arah 030°, kemudian melanjutkan perjalanan dari pelabuhan B menuju pelabuhan C dengan kecepatan 60 km/jam selama 2,5 jam dengan arah 150°. Buatlah sketsa perjalanan kapal dan tentukan jarak antara pelabuhan A dan C!
Pembahasan:
Jarak = kecepatan x waktu
Jarak pelabuhan A ke B adalah 40 x 2 = 80 km
Jarak pelabuhan B ke C adalah 60 x 2,5 = 150 km
Perhatikan gambar terlampir.
Besar sudut ABC adalah 30° + 30° = 60°
Gunakan aturan cosinus untuk mencari AC
AC² = AB² + BC² - [2 x AB x BC x cos ∠ABC]
AC² = 80² + 150² - [2 x 80 x 150 x cos 60°]
AC² = 28.900 - [2 x 80 x 150 x ¹/₂]
AC² = 28.900 - 12.000
AC = √ 16.900
Diperoleh jarak antara pelabuhan A dan C sejauh 130 km
Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/204968#readmore
2.Sin 60 Cos 300 + Cos 60 Sin 300 =
JAWABAN :Cos 300 = Cos (360-60)Cos 300 = Cos 60Cos 300 = 1/2Sin 300 =
Sin (360-60)Sin 300 = -Sin 60Sin 300 = -1/2V3Jadi:Sin 60 Cos 300 + Cos 60 Sin
300 = 1/2V3.1/2 + 1/2.(-1/2V3) = 1/4V3 – 1/4V3= 0
3. Abi dengan tinggi 180 cm mengamati puncak gedung dengan sudut elevasi 45°. Kemudian ia berjalan sejauh 12 meter mendekati gedung. Di posisi yang baru, Abi mengamati puncak gedung dengan sudut elevasi 60°. Tentukan tinggi gedung tersebut! (√3 = 1,7)
Pembahasan
Misalkan tinggi gedung = h
Jarak antara gedung dengan posisi Abi mula-mula = 12 + x
Jarak antara gedung dengan posisi Abi yang baru = x
Perhatikan gambar terlampir.
Pada ΞABO, hubungan antara BO dan AO adalah
BO/AO = tan 45°
h / (x + 12) = 1
h = x + 12
Siapkan x = h - 12 .... [Persamaan-1]
Pada ΞBCO, hubungan antara BO dan CO adalah
BO/CO = tan 60°
h / x = √3
h = x√3 .... [Persamaan-2]
Substitusikan Persamaan-1 ke Persamaan-2
h = (h - 12)√3
h = h√3 - 12√3
h√3 - h = 12√3
h(√3 - 1) = 12√3
h = \frac{12 \sqrt{3} }{\sqrt{3}-1 }
Rasionalkan
h = \frac{12 \sqrt{3} }{\sqrt{3}-1 } x \frac{\sqrt{3}+1 }{\sqrt{3}+1 }
h = \frac{12(3+ \sqrt{3}) }{2}
Diperoleh jarak BO yakni h = 6(3 + √3) meter.
Tinggi gedung = tinggi Abi + BO
Tinggi gedung = 1,8 + 18 + 6√3
Jadi tinggi gedung adalah 19,8 + 6√3 meter
Dituntaskan, tinggi gedung 19,8 + 6(1,7) = 30 meter
Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/204968#readmore
4. Dengan menggunakan rumus penjumlahan dua sudut tentukan nilai dari:
a) sin 75°
b) cos 75°
c) tan 105°
Pembahasan
a) Rumus jumlah dua sudut untuk sinus
sin 75° = sin (45° + 30°)
= sin 45° cos 30° + cos 45° sin 30°
= 1/2 √2 ⋅ 1/2 √3 + 1/2 √2 ⋅ 1/2
= 1/4 √6 + 1/4 √2 = 1/4 (√6 + √2)
b) Rumus jumlah dua sudut untuk cosinus
cos 75° = cos (45° + 30°)
= cos 45° ⋅ cos 30° − sin 45° ⋅ sin 30°
= 1/2 √2 ⋅ 1/2 √3 − 1/2 √2 ⋅ 1/2
= 1/4 √6 − 1/4 √2 = 1/4 (√6 − √2)
c) Rumus jumlah dua sudut untuk tan
tan 105° = tan (60° + 45°)

3. Abi dengan tinggi 180 cm mengamati puncak gedung dengan sudut elevasi 45°. Kemudian ia berjalan sejauh 12 meter mendekati gedung. Di posisi yang baru, Abi mengamati puncak gedung dengan sudut elevasi 60°. Tentukan tinggi gedung tersebut! (√3 = 1,7)
Pembahasan
Misalkan tinggi gedung = h
Jarak antara gedung dengan posisi Abi mula-mula = 12 + x
Jarak antara gedung dengan posisi Abi yang baru = x
Perhatikan gambar terlampir.
Pada ΞABO, hubungan antara BO dan AO adalah
BO/AO = tan 45°
h / (x + 12) = 1
h = x + 12
Siapkan x = h - 12 .... [Persamaan-1]
Pada ΞBCO, hubungan antara BO dan CO adalah
BO/CO = tan 60°
h / x = √3
h = x√3 .... [Persamaan-2]
Substitusikan Persamaan-1 ke Persamaan-2
h = (h - 12)√3
h = h√3 - 12√3
h√3 - h = 12√3
h(√3 - 1) = 12√3
h = \frac{12 \sqrt{3} }{\sqrt{3}-1 }
Rasionalkan
h = \frac{12 \sqrt{3} }{\sqrt{3}-1 } x \frac{\sqrt{3}+1 }{\sqrt{3}+1 }
h = \frac{12(3+ \sqrt{3}) }{2}
Diperoleh jarak BO yakni h = 6(3 + √3) meter.
Tinggi gedung = tinggi Abi + BO
Tinggi gedung = 1,8 + 18 + 6√3
Jadi tinggi gedung adalah 19,8 + 6√3 meter
Dituntaskan, tinggi gedung 19,8 + 6(1,7) = 30 meter
Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/204968#readmore
4. Dengan menggunakan rumus penjumlahan dua sudut tentukan nilai dari:
a) sin 75°
b) cos 75°
c) tan 105°
Pembahasan
a) Rumus jumlah dua sudut untuk sinus
| sin (A + B) = sin A cos B + cos A sin B |
= sin 45° cos 30° + cos 45° sin 30°
= 1/2 √2 ⋅ 1/2 √3 + 1/2 √2 ⋅ 1/2
= 1/4 √6 + 1/4 √2 = 1/4 (√6 + √2)
b) Rumus jumlah dua sudut untuk cosinus
| cos (a + B) = cos A cos B − sin A sin B |
= cos 45° ⋅ cos 30° − sin 45° ⋅ sin 30°
= 1/2 √2 ⋅ 1/2 √3 − 1/2 √2 ⋅ 1/2
= 1/4 √6 − 1/4 √2 = 1/4 (√6 − √2)
c) Rumus jumlah dua sudut untuk tan
![]() |

5. Sin (a-b)
/ tan a – tan b
= sin a . cos b – cos a . sin b/ sin a /cos a – sin b/cos b
=
sin a . cos b – cos a. Sin b / Sin a . cos b – cos a . sin b/ Cos a . cos
b
= sin a . cos b – cos a . sin b x cos
a. Cos b / Sin a . cos b – cos a . sin b
= cos a . cos b
6. Jika 0 < x < Π/2 dan 2 tan2
x – 5 tan x + 2 = 0, maka nilai dari 2 sin x . cos x adalah ..
Pembahasan :
2 tan2 x – 5 tan x + 2 =
0
(2 tan x -1) (tan x -2) = 0
2 tan x – 1 = 0
tan
x = 2
Tan x = ½
Jadi untuk nilai sin x diambil
dari perbandingan tan x = ½
Tan x = ½ = sa/mi
Mencari sisi miring
menggunakan rumus phytagoras :
Mi = akar 12 + 22
= akar 5
Sehingga nilai sin x = de/mi
= 1/ akar 5
Cos x = 2/ akar 5
Jadi nilai 2 sin x cos x = 2 x
1/akar 5 x 2/akar 5
=
0,8
7.Diketahui Ξ± 0 sudut
lancip dan sin Ξ± = 2/3 . Nilai tg Ξ± 0 adalah …
Sin x = 2/3 = de/mi
Tg x = de/sa
Untuk mencari sisi samping sudut
dengan menggunakan hukum phytagoras :
Sa = akar 32 – 22
= akar 5
Tg x = 2/akar 5
= 2/akar 5 x akar 5/akar 5
=
2/5 akar 5
8.Diketahui sin A0 =
12/13 untuk Π/2 < A < Π. Nilai dari sin (Π/2 – A)0 adalah …
Pembahasan :
Sin (Π/2 – A)0 = sin A .
cos B – cos A . sin B
= Sin 90 . 5/13 – cos 90 . 12/13
= 5/13
9.Pada Π/2 < a < Π, nilai tg a
= 2,4. Nilai sin a =
Tg a = 2,4 = 24/10 = de/sa
Karena range sudut antara 900
dan 1800, maka terletak pada kuadran II sehingga nilai tg bernilai
negatif.
Tg a = – 24/10 = de/sa
Sin a = de/mi
Untuk mencari sisi miringnya
menggunakan hukum phytagoras..
Mi = akar 242 + 102
= akar 676
= 26
Maka nilai sin a = 24/26
Sin a = 12/13
10.Berikut ini2 senilai dengan sin
125 adalah ….
Sin 1250 sama
dengan sin 550
Sin 125 terletak di kuadran II jadi,
sin (180 – 125) = sin 550
Soal 7 .
Diketahui segitiga ABC dengan
panjang sisi-sisinya a = 9, b = 7, dan c = 8. Nilai cos C = …
c2 = a2 + b2
– 2ab Cos C
64 = 81 + 49 – 2(9) (7) . cos C
64 = 130 – 126 . cos C
64 – 130 = – 126 . cos C
-66 = -126 cos C
Cos C
= 66/126
Cos
C = 33/63
Jadi nilai cos C = 33/63
11.Untuk 0 ≤ x ≤ 360 himpunan
penyelesaian dan persamaan akar 2 sin x – 1 = 0 adalah…
Akar 2 sin x – 1 = 0
Akar 2 sin x = 1
Sin x = 1/akar 2
Sin x = ½ akar 2
X = 450 dan 1350
12.Untuk 0 ≤ x ≤ 360 himpunan
penyelesaian dan persamaan akar 2 sin x – 1 = 0 adalah…
Akar 2 sin x – 1 = 0
Akar 2 sin x = 1
Sin x = 1/akar 2
Sin x = ½ akar 2
X = 450 dan 1350
Hp = 450 dan 1350
13.Untuk -180 < x < 180
himpunan penyelesaian dari 2 cos x + akar 3 = 0 adalah….
2 cos x = – akar 3
Cos x = – akar 3/ 2
= -1/2 akar 3
X = 1500 dan 2400
Jadi Hp = 1500 dan 2400
14.Pada Π/2 < a < Π, nilai tg
a = 2,4 . Nilai sin a = …
pembahasan : pada soal ini nilai a
terletak pada kuadran kedua yaitu antara 900 sampai 1800, maka
nilai tg bernilai negatif :
tg a= – 24/10 = de/sa
sin a = de/mi
mencari sisi miring pada kuadran
kedua adalah :
mi = akar 242 + 102
= akar 676
mi = 26
maka sin a = de/mi = 24/26
sin a = 12/13
soal 11.
Tg A = P
Cos 2A = ….?
Pembahasan :
Cos 2A = 1 –2 sin2x
Tg = P = de/sa
Mencari sisi miring :
mi = akar p2 + 1
Sin x = p/ akar p2 + 1
Cos 2A = 1 – 2sin2x
= 1 – 2 (p/ akar p2 + 1)( p/ akar p2 + 1)
= 1 – 2p2/p2 + 1
= p2 + 1 – 2p2/ p2 + 1
= – p2 + 1/p2 + 1
Jadi nilai Cos 2A = 1 –
p2/ p2 + 1
.
15.Pada segitiga ABC diketahui AC =
6 sudut A = 1200 dari sudut B = 300, maka luas segitiga
ABC = ….?
Sin B= de/mi
Sin 30 = 6/mi
½
= 6/mi
Mi
= 6/ ½
= 12
Cos B = sa/mi
Cos 30 = sa/ 12
½ akar 3 = sa /12
Sa
= ½ akar 3 x 12
sa
= 6 akar 3
Luas
segitiga adalah : ½ a x t
: ½ x 6 x 6 akar 3
: 18 akar 3
16.Segitiga PQR siku-siku di Q. Jika
panjang PR = 15 cm dan sec < p = 5/, nilai cos < R adalah …
Pembahasan
: …
Sec < P
= 5/3
Cos < P
= 3/5
Cos < P
= r/q
r
= cos < P x q
= 3/5 x 15 cm
= 9 cm
r2
= p2 + q2 – 2pq x cos R
81
= 144 + 225 – 2 (12) (15) x cos R
81
= 369 – 360 . Cos R
288
= 360 Cos R
Cos R =
288/360
Cos
R = 4/5
17.Segitiga ABC diketahui sudut A =
750 sudut A = 600 dan sudut C = 450, maka AB :
AC adalah
AB/AC = Sin C/ Sin B
AB/AC = Sin 450/Sin 600
AB/AC = ½ akar 2 / ½ akar 3
AB/AC = akar 2 / akar 3
Soal 15.
Diketahui sin x = 0,6 untuk x
terletak diantara 900 dan 1800, maka tg x =…
Sin x = 6/10 = de/mi
Tg x = de/sa
Mencari sisi samping adalah ..
Sa = akar 102 – 62
= akar 64
= 8
karena terletak di kuadran II, maka
nilai tg x bernilai negatif
tg x = – 6/8
= – 3/4
18.Diketahui sin Ξ± = a ; Ξ± sudut
tumpul. Maka tan Ξ± =
sin Ξ± = a = de/mi
untuk mencari sisi samping adalah …
sa = akar 12 – a2
sa = akar 1 – a2
karena sudut tumpul terletak antara
900 dan 1800, maka nilai tg bernilai negatif
jadi, tg x = – a / akar 1 – a2
.
20.diketahui tg x = a
sin 2x = ….?
Pembahasan :
Sin 2x = 2 sinx cosx
tg x = a = de/sa
mencari sisi miringnya…
mi = akar a2 + 12
mi = akar a2
+ 1
sin x = de/mi
= a /akar a2 + 1
Cos x = sa/mi = 1/akar a2
+ 1
Jadi nilai sin 2x = 2 sinx
cosx
= 2 x a/akar a2 + 1 x 1/akar a2 + 1
= 2a/ a2 + 1
NOVIA AGUSTRIANA
XI MIA 1
XI MIA 1

πππ
BalasHapusMudah dipahami
BalasHapusalhamdulillah. trm ksh
HapusMantap
BalasHapusalhamdulillah. trm ksh
Hapussangat membantu
BalasHapusalhamdulillah. trm ksh
HapusTrm kasih. sangat membantu
BalasHapusalhamdulillah. trm ksh
Hapusalhamdulillah. trm ksh
Hapusbagus
BalasHapusalhamdulillah. trm ksh
Hapusπππ
BalasHapusππππ
HapusMantapp
BalasHapusalhamdulillah. trm ksh
HapusSangat membantu
BalasHapusalhamdulillah. trm ksh
HapusSebaiknya kamu membuat tata cara membuat onde-ondd
BalasHapusMudah dipahami
BalasHapusalhamdulillah. trm ksh
Hapusππ
BalasHapusππ
Hapusππ
BalasHapusππ
Hapusππ
BalasHapusππ
HapusMantap.
BalasHapusSangat membantu
alhamdulillah. trm ksh
Hapusπ
BalasHapusπ
HapusMantap π
BalasHapusSangat mudah dipahami
alhamdulillah. trm ksh
Hapusππππ
BalasHapusπππ
HapusMantap
BalasHapusalhamdulillah. trm ksh
HapusMantap
BalasHapusalhamdulillah. trm ksh
Hapussaya suka karena mudah dipahami
BalasHapusalhamdulillah. trm ksh
HapusMantappπ
BalasHapusSngt mmbntu. Dn mudah untuk dipahami ππ
BalasHapus